Wordcrafter

by @pemirsa

  • Republik Twitter : Sebuah Review

    • 16 Feb 2012
    • 0 Responses
    •  views
    • Film Internet Sosial Twitter
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost

    Republik-twitter

    Sudah lama saya tidak menonton film yang punya kedekatan secara emosional ataupun profesional. Bahkan rasanya baru kali ini deh menyaksikan film (buatan Indonesia pula) yang sukses membuat saya menertawakan diri sendiri. Makanya ketika kemarin mendapatkan kesempatan menyaksikan Gala Premier Republik Twitter saya sangat menikmatinya.

    Linimassa (mungkin) lebih dulu mengangkat tema twitter ke format film, dengan membahas pemanfaatan twitter di Indonesia (dokumenter). Tapi Republik Twitter sangat berbeda, isinya tidak hanya sebatas positif-negatif dari sebuah media sosial. Semua hal yang umum kita jumpai dari twitter diangkat secara blak-blakan. Termasuk pro-kontra twit berbayar & akun anonim.

    Republik Twitter berkisah tentang Sukmo, yang mengagumi Hanum di twitter (dan sebaliknya). Merasa sudah memiliki 'perasaan' yang sama, Sukmo nekat pergi ke Jakarta untuk melanjutkan hubungan mereka ke tahap berikutnya: sebuah komitmen. 

    Tapi ketika pertama kali melihat sosok Hanum, Sukmo langsung minder. Hanum adalah jurnalis muda dari kalangan berada, sedangkan Sukmo hanyalah mahasiswa tingkat akhir yang untuk pergi ke Jakarta saja mesti numpang & ngutang.

    Takdir membawa Sukmo ke Mas Belo, teman twitternya, yang menawarkan dia pekerjaan: menjalankan kampanye digital (di twitter) untuk seorang politisi. Sukmo menerima tawaran tersebut demi mengejar status sosial agar berani menghadap Hanum. Siapa sangka pekerjaan tersebut justru bisa menolong Hanum mengejar cita-citanya sekaligus mengacaukan persahabatan Sukmo dengan teman-temannya?

    Republik Twitter memang film tentang twitter (ya iyalah), dengan kata lain kalau bukan pengguna twitter (saya rasa) sulit menangkap serunya konflik dalam film ini. Meski sebetulnya adegan yang hadir di film Republik Twitter "ngena" juga untuk semua orang yang rutin berselancar di dunia maya:

    • Jatuh cinta kepada sosok di dunia maya,
    • Kopdar dan menemui kenyataan "di internet asik, kok pas ketemu pendiem ya?"
    • Pemandangan miris betapa jejaring sosial justru malah membuat penggunanya menjadi anti sosial; dan masih banyak lagi.

    Semua hal tersebut diramu secara pas dalam film berdurasi lebih dari 100 menit ini. Ya, saya tidak menyangka filmnya akan panjang. Beruntung skenario & pemilihan peran yang tepat sukses membuat film ini jauh dari kata membosankan.

    Republik twitter juga menyajikan dialog & adegan yang kocak (saya sempat beberapa kali terbahak mendengarnya), dan memiliki visual yang menarik. Spesial efek di film ini dengan manis sukses membantu penonton memahami peristiwa yang terjadi. Musik pengiringnya juga bagus dan menjadi kesatuan dengan film ini.

    Selain itu, Republik Twitter juga membuat beberapa gimmick yang diangkat dari hal-hal yang berkaitan dengan twitter. Menarik juga melihat bumper yang diselipkan di antara beberapa scene ini. Ada yang ingat gambar astronot melayang di situs lockerz? Muncul juga loh di film ini dalam format parodi.

    Kalau kamu pengguna aktif twitter, saya sangat merekomendasikan film Republik Twitter. Saya jamin pasti sangat menikmatinya.

    Bagaimana kalau bukan pengguna twitter? Hmm.. Sudah ada beberapa peristiwa dunia yang digerakkan/bermula dari twitter. Dan Indonesia sendiri termasuk salah satu negara dengan jumlah pengguna twitter terbesar di dunia. Jadi menyaksikan film ini bisa sedikit menambah wawasan kita, tentang jargon "hari ini, suara twitter = suara rakyat".

     

    • Tweet
  • Menurut Zodiak, Kita Cocok

    • 23 Jan 2012
    • 2 Responses
    •  views
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost

    GAGAL.

    Udah ngetik postingan panjang lebar untuk kemarin malam malah terposting sebagai private post. Jangankan muncul link-nya di timeline twitter, di index postingan blogku aja engga ada. Padahal sudah terposting, tapi cuma bisa dibaca kalau kamu kunjungi URL-nya langsung.

    Tapi ya sudahlah, biarkan postingan gagal tersebut bersemayam di sana; yang penting jangan sampai hubungan kita ikutan gagal, karena secara zodiak kita cocok loh!

    Zodiak. Kamu percaya zodiak? Aku sendiri percaya gak percaya. Percaya dalam arti aku cukup sering menggunakan zodiak untuk profiling, menerka kepribadian seseorang berdasarkan tanggal lahirnya. Dan tebakanku sering benar.

    Ada yang bilang ini bentuk kemusyrikan.

    Gak tahu juga, ilmu agamaku belum nyampe. Dan aku belum pernah dengar ayat yang mengatur hukum zodiak (tapi harusnya sih ada). Gimana kalau kamu googling tentang hal ini? Aku lagi ummm.. males nyari. Tapi yang jelas aku tahu kalau nabi Yususf A.S. pernah meramal datangnya bencana melalui mimpinya.

    Memangnya bisa disamakan; zodiak dengan tafsir mimpi?

    Keduanya aku anggap sebagai ilmu membaca petanda, sama seperti membaca garis tangan. Agak sulit menjelaskannya tapi aku coba menuliskannya dalam satu paragraf; meski mungkin agak absurd.

    Kamu pernah nonton film The Matrix? Pasti pernah lah ya. Secara kamu hobi nonton film, dan ini ceritanya tentang hacker/programmer, film action pula, sudah diputer berulang-ulang di TV, dan Keanu Reeves-nya ganteng. Kebangetan banget kalo kamu belum nonton. Eh, kok jadi jelasin The Matrix? Penjelasan zodiaknya ada di paragraf berikutnya ya bukan di sini.

    Kejadian di film The Matrix menurutku mungkin terjadi. Bukan soal kita hidup di dunia virtualnya, tapi kita hidup di sebuah sistem dimana ada program yang penuh dengan kode dan rumus yang mengatur kemungkinan dan kepastian kita terhadap sesuatu.

    Kurang jelas ya? Sini aku jabarkan. 

    Takdir, menurutku sebuah rumusan besar yang mengatur keberlangsungan alam semesta, termasuk kita yang hidup di dalamnya. Jadi bagaimanapun kita berusaha, ada beberapa hal yang tidak bisa kita ubah karena sudah dipastikan: soal umur misalnya. Tapi bukan berarti kita tidak punya otoritas atas masa depan kita sendiri. Ada yang namanya nasib, rumusan kecil yang menentukan besar-kecilnya peluang mendapatkan suatu hal. Misal, kalau tidak pernah belajar ilmu Fisika, berapa besar kemungkinannya aku akan jadi ilmuwan yang merancang pesawat luar angkasa?

    Mudah-mudahan jadi sedikit paham ya sama maksudku. Kenapa orang yang tidak pernah belajar Fisika seolah gak akan mungkin jadi ilmuwan pesawat antariksa? Bisa saja nasibku mujur, aku jadi bintang film dan berperan sebagai ilmuwan militer di sebuah film alien?

    Itu contoh ngeselinnya aja sih. Tapi yang jelas ada beberapa hal yang sudah bisa kita duga hasil akhirnya, hanya dengan pengamatan sederhana. Seperti, kecil kemungkinannya kita meraih sesuatu yang spesial kalau sama sekali tidak berniat/tekun berusaha untuk meraihnya.

    Kamu ingat gak sama beberapa rumus singkat di pelajaran matematika? Contoh yang sederhananya sih: semua perkalian 9, jika angka di setiap hasilnya terus dijumlahkan maka hasilnya adalah angka 9. Ternyata dalam hidup ada beberapa rumusan yang mirip juga: yang hasilnya (nyaris) bisa dipastikan.

    Contohnya ada penelitian yang membuktikan kalau panjang rentang tangan kita dari ujung ke ujung sama dengan panjang tinggi badan kita. Ada juga ilmuwan yang berhasil menjelaskan jumlah kromosom mempengaruhi pertumbuhan jari: jadi kita bisa memperkirakan seorang cowok sifatnya laki/melambai, cukup dengan melihat jari manisnya lebih panjang dari telunjuknya atau tidak.

    Aku bahkan pernah nonton di BBC, seorang peneliti bisa menebak urutan pemenang lomba lari hanya dengan bermodalkan perbandingan jari tangan mereka. Dari 5 pelari dia hanya salah menebak urutan ke 3 & 4 (terbalik), posisi 1, 2, dan 5 tepat. Umm.. bukan, aku bukan nonton serial SHERLOCK.

    Yaaaa, pokoknya ada beberapa hal di dunia ini yang dengan dilihat sekilas saja kita bisa menerka hasil akhirnya. Di sekitar kita bertaburan rumusan pasti seperti itu, hanya saja kita luput melihat petanda-petanda tersebut.

    Bagaimana dengan zodiak?

    Zodiak pernah coba dibahas secara ilmiah. Sederhananya, tanggal lahir seseorang menentukan jenis kasih sayang yang dia terima. Misalnya yang lahir di musim panas biasanya pribadi yang hangat dan mudah bergaul. Aku bisa menerima teori semacam ini. Karena zodiak itu ilmu dari jaman dahulu kala, dan nenek moyang kita menyampaikannya dengan kiasan, penggambaran, kisah, dongeng, dan lain-lain.

    Jadi jangan heran kalau Capricorn dilambangkan dengan kambing gunung: karena keras kepala. Apakah ada hubungannya sikap keras kepala dengan waktu pemilik zodiak Capricorn dilahirkan? Pertengahan Desember-Pertengahan Januari, puncak musim dingin/hujan; masanya tidak boleh main-main kalau tidak ingin beku/terendam banjir/tersambar petir? Bisa saja.

    Jangan heran juga kalau Scorpio sifatnya setia. Lihat aja Hachiko si anjing Jepang itu. Kurang setia apa coba? Eh? Apa? Kamu baru tahu kalo zodiaknya Hachiko Scorpio? Wah, kamu kemana aja? Long weekend kok ga kemana-mana? Hahahaha... maap ngawur. Aku gak tahu sih zodiaknya Hachiko tuh apa. Makanya kamu jangan terlalu percaya omongan orang ya, apalagi yang belum pernah ketemu langsung. Tapi sebentar lagi kita ketemuan kok tenang aja, semoga abis itu kamu mau percaya sama aku ya.

    BY THE WAY! Balik lagi ke zodiak...

    Sayangnya zodiak termasuk ilmu tafsir. Besar kemungkinannya untuk salah. Makanya aku percaya enggak percaya. Lah, secara zodiak aku dibilang sebagai sosok yang rapih; tapi lihat saja kamarku hehehe... Kemudian warna favoritku secara zodiak juga salah kok.

    Loh kalau banyak salahnya ya musyrik dong? Hmm.. menurutku segala hal bisa dinilai salah atau benar itu dilihat dari digunakan untuk apa. Membunuh, bisa dianggap benar jika yang melakukan adalah algojo dan yang dibunuh adalah kriminal kelas berat yang terbukti dan mengaku. Beribadah juga kalau hanya untuk pencitraan/cari muka/status ya malah bikin muak kan?

    Duh, too much informations. Sampai sini aku udah ngetik 750 kata, dan omonganku mulai melebar kemana-mana. Semoga kamu capek & ngantuk bacanya jadi ga begadang lagi. Gini deh, sini aku bikin kesimpulannya biar kamu gak bingung nangkep maksud omonganku daritadi.

    Zodiak adalah ilmu deduksi yang sudah berumur panjang. Meski masih butuh penelitian lebih lanjut karena terkesan stereotyping, bukan berarti kita dilarang menggunakan zodiak untuk mencari informasi awal. Tapi jangan percaya zodiak sepenuhnya, kita harus pastikan langsung mana yang benar dan mana yang salah dari isi zodiak.

    Apa kamu percaya zodiak?

    Hmm.. ketika zodiak bilang bahwa kita tuh cocok, kita harus cari tahu. Ya, kita harus coba jalanin sebelum kita tarik kesimpulan dan mengambil keputusan. Semoga kamu mau beri kita kesempatan.

    Sekian.

    Selamat malam. Semoga mimpi indah.

     

    • Tweet
  • #30Hari Menulis Surat Begadang

    • 22 Jan 2012
    • 0 Responses
    •  views
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost

    Tulisan kali ini... sebuah taruhan, bukan, lebih tepatnya: coba-coba. Karena buat anak gak boleh coba-coba, jadi coba-coba buat tulisan aja. 

    Ini postingan autopost sih, diketiknya siang tapi diatur biar tengah malam baru terpublish. Jadi kemungkinan besar aku sudah migrasi ke alam mimpi pada saat kamu membaca kalimat ini. Meskipun tetap saja ada kemungkinan kamu tidak baca tulisan ini; ya makanya aku bilang ini tulisan coba-coba.

    Begini, beberapa kali pas aku kebangun tengah malam, kamu masih bugar aja di timeline; dan (kadang) ngetwit sampai pagi. 

    Apa kamu senang dengan rutinitasmu itu? Eh, duh tolong jangan salah sangka ya, ini bukan nyindir.

    Belum lama ini aku juga masih jadi mahluk nokturnal kok. Masa-masa kegelapan. Iya, karena malam hari jadinya gelap. Eh tapi sebetulnya sih karena pada saat itu masalah yang sedang aku alami sedang bertumpukan jumlahnya. Banyak pikiran, akibatnya begadang jadi semacam efek samping.

    Nah, kalau kamu kenapa jam segini (selalu) belum tidur? “Ga bisa tidur” ?? Kamu mau tidur tapi gak bisa? Hmmm... Apa ada yang ganggu pikiran kamu juga, kayak aku beberapa tahun yang lalu? Mudah-mudahan dugaanku salah ya.

    Tapi bagaimana kalau kamu memang sedang kepikiran sesuatu atau seseorang? Aku misalnya. Aih. Maaf gombal.

    Yaaa.. maksudku kalau ada beban pikiran, aku berharap kamu mau cerita. Bebas ke siapa saja, gak mesti sama aku. Meski ada harapan pastinya untuk jadi orang spesial yang kamu beri kepercayaan. Tapi yang terpenting tuh aku ingin kamu bisa istirahat sih; bisa tidur bukan ketika terpaksa harus tidur. Cuma itu.

    Atau...memang kebetulan saja kamu terbiasa begadang? Semoga.

    Dan semoga juga kamu mau belajar untuk tidur lebih cepat. Karena aku tahu rasanya dipaksa bangun oleh alarm padahal baru tidur 3 jam: kepala terasa sakit seperti ditindih batu; jerawat batu. Eh? Bukan. Maksudnya batu yang berat. Tapi lebih sakit jerawat batu sih. Ah jadi ngelantur.

    Memang beberapa orang cerdas yang aku tahu tuh tidur malamnya Cuma beberapa jam saja, Einstein misalnya. Entah apa hubungannya durasi tidur dengan kecerdasan, aku Cuma tahu kalo aku mudah terpesona sama orang cerdas. Tapi kan kalo kurang tidur malah bisa bikin orang jadi gampang marah loh.

    Atau jangan-jangan kamu sengaja ya? Tiap hari tidur larut biar jadi orang cerdas & jutek kayak selera aku? Ah, kamu segitu pengennya narik perhatian aku.

    Aku juga kepingin narik perhatian kamu. Kepingin bisa menemani kamu menembus malam, bercerita sampai kamu tertidur seperti waktu itu. Tapi bagaimana mungkin, begadang saja aku sulit... Kamu tahu sendiri jam 11 malam aku udah teler. Kalah sebelum berperang.

    Tapi yah, entah kenapa seminggu ini aku sering lihat di timeline banyak yang share link #30HariMenulisSuratCinta. Aku pikir, mungkin aku bisa menemanimu dalam sosok tulisan. Jadilah tulisan ini aku ketik, semacam #30MalamMenulisSuratBegadang. 

    Ini tulisan perdana, apakah besok ada lanjutannya? Entah. Mobil Kijang aja tiada duanya. Wajar dong kalo tulisanku tidak ada episode keduanya. Kamu juga tiada duanya sih. Eh. Ah, duh kok malah gombal lagi. Ya pokoknya kalo tulisan ini gak kebaca sama kamu, ya aku ga bakal nulis serial ini lagi. Kalo kamu gak begadang lagi juga aku ga bakal ngelanjutin tulisan ini.

    Sekian tulisan dari aku, mohon maaf kalau ada salah kata. Acara aku kembalikan ke kamu...waktu dan tempat aku persilahkan.

    Selamat malam.

     

    • Tweet
  • Good Bye

    • 9 Jan 2012
    • 0 Responses
    •  views
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost
    Baru minggu lalu saya cerita tentang sepeda yang dibeli dengan menggunakan tabungan. Tapi saya lupa cerita kalau yang mengajarkan saya naik sepeda adalah kakek saya. Dia yang meyakinkan saya kalau roda bantu itu gak berguna, kalau mau bisa naik sepeda roda dua mending dilepas saja.

    Dia bilang: biar seimbang sepeda harus dijalanin, digowes. Orang yang udah lancar naik sepeda aja banyak yang gak bisa nyeimbangin kalo sepedanya diem.

    Terus kalau mau jatuh ke kanan, langsung belokin ke kiri dan sebaliknya. Dijamin bisa.

    Dan ternyata memang bisa. Gak sampai dua hari saya bisa lancar naik sepeda. Padahal orang tua, om, tante yang ngajarin saya berhari-hari gagal semua :D

    Itu yang paling saya ingat tentang almarhum.

    Takdir memang rahasia Illahi. Ketika nenek saya yang sibuk dirawat di rumah sakit, ternyata justru kakek yang mendahului kami semua.

    Padahal saya ingat ketika nenek dirawat. Saat itu hanya saya dan almarhum yang bergantian merawat nenek. Ketika tiba gilurannya kami gantian shift jaga, selalu saya ledek "ciyee.. yang pacarnya dateng". Dan almarhum selalu tertawa keras sekali, tampak sehat.

    Tapi yah, kenangan tinggal kenangan.

    Sekarang hanya bisa mendoakan. Semoga amal ibadahnya diterima dan dosanya diampuni. Amin.

    Selamat jalan wahai satu-satunya ustadz pemabuk. :)

    P.S. mabuk kendaraan maksudnya.

    • Tweet
  • Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI

    • 22 Dec 2011
    • 12 Responses
    •  views
    • #lombaDPD DPD Opini lomba
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost

    Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, sebuah lembaga tinggi negara yang anggotanya dipilih langsung oleh masyarakat dan bukan berasal dari partai, pastinya saya dituntut untuk lebih pro rakyat ya?

    Wah, dengan kewajiban utamanya menyuarakan aspirasi rakyat daerah; itu berarti saya harus bisa mendengarkan dulu apa saja aspirasi mereka dong?

    Hmm.. kalau begitu rasanya saya bisa memulainya dengan hal yang sederhana: memanfaatkan berbagai macam teknologi komunikasi seperti email, situs jejaring sosial, layanan messenger, sampai SMS.

    Itu saja? Seorang Lendra Bayu jika jadi anggota DPD hanya akan melakukan hal-hal sederhana seperti itu?

    Iya, hehehe.. Pemanfaatan teknologi menurut saya relatif mudah & murah untuk dilakukan. Namun jika berhasil dilaksanakan, saya yakin efeknya akan besar. Aspirasi dari warga (bahkan yang dipelosok sekalipun) bisa cepat tersampaikan tanpa harus terbentur biaya yang mahal ataupun birokrasi yang rumit. Jadi pemerintah bisa lebih cepat merespon masalah yang hadir, potensi daerah pun saya yakin akan lebih mudah untuk diangkat.

    Dalam pelaksanaannya, mungkin saya tidak bisa menjawab seluruh pesan yang masuk; juga mungkin tidak bisa segera melakukan kunjungan ke setiap daerah yang dilaporkan. Tapi yang pasti, saya akan terus menyampaikan perkembangan aspirasi masyarakat yang sudah diterima; baik lewat situs resmi DPD RI maupun kanal pribadi (blog/jejaring sosial). Misalnya, apakah saat ini sedang saya presentasikan dalam rapat kerja, atau masih sebatas mengumpulkan data dan fakta pendukung. Jika masih digodok, apa saja hal-hal yang mengganjal sehingga (diharapkan) masyarakat bisa membantu memberi masukan.

    Masyarakat tidak butuh janji manis, yang mereka inginkan hanya aspirasinya serius didengar oleh wakil mereka, dan diperjuangkan.

    Semoga dengan begitu harapan & kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat bisa dipulihkan. Karena ketika kepercayaan itu sudah kembali, saat itulah kita bisa melihat masyarakat dan para wakilnya bersinergi menuntaskan masalah & mengembangkan potensi dari setiap jengkal daerah di negara ini.

    • Tweet
  • « Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 … 13 14 Next »
  • About

    Penggemar live music dan PIXAR
    Memiliki minat terhadap komunikasi, internet, desain dan gadget.

    68190 Views
  • Archive

    • 2012 (4)
      • February (1)
      • January (3)
    • 2011 (4)
      • December (2)
      • November (1)
      • January (1)
    • 2010 (26)
      • October (2)
      • September (1)
      • August (3)
      • July (5)
      • June (2)
      • May (4)
      • April (1)
      • March (1)
      • February (5)
      • January (2)
    • 2009 (33)
      • December (6)
      • November (5)
      • October (5)
      • August (2)
      • July (11)
      • June (3)
      • January (1)

    Get Updates

    Subscribe via RSS
    TwitterFacebookFlickrPicasaYoutube
  • OPEN in the new window

    • Welcome To My Blog
    • 9GAG - New Definition of Fun
    • Cover Music Vlog
    • Free Download MP3 Albums
    • Nguping Teknologi
    • /// YES NO WAVE MUSIC ///
    • Copy Cats