GAGAL.
Udah ngetik postingan panjang lebar untuk kemarin malam malah terposting sebagai private post. Jangankan muncul link-nya di timeline twitter, di index postingan blogku aja engga ada. Padahal sudah terposting, tapi cuma bisa dibaca kalau kamu kunjungi URL-nya langsung.
Tapi ya sudahlah, biarkan postingan gagal tersebut bersemayam di sana; yang penting jangan sampai hubungan kita ikutan gagal, karena secara zodiak kita cocok loh!
Zodiak. Kamu percaya zodiak? Aku sendiri percaya gak percaya. Percaya dalam arti aku cukup sering menggunakan zodiak untuk profiling, menerka kepribadian seseorang berdasarkan tanggal lahirnya. Dan tebakanku sering benar.
Ada yang bilang ini bentuk kemusyrikan.
Gak tahu juga, ilmu agamaku belum nyampe. Dan aku belum pernah dengar ayat yang mengatur hukum zodiak (tapi harusnya sih ada). Gimana kalau kamu googling tentang hal ini? Aku lagi ummm.. males nyari. Tapi yang jelas aku tahu kalau nabi Yususf A.S. pernah meramal datangnya bencana melalui mimpinya.
Memangnya bisa disamakan; zodiak dengan tafsir mimpi?
Keduanya aku anggap sebagai ilmu membaca petanda, sama seperti membaca garis tangan. Agak sulit menjelaskannya tapi aku coba menuliskannya dalam satu paragraf; meski mungkin agak absurd.
Kamu pernah nonton film The Matrix? Pasti pernah lah ya. Secara kamu hobi nonton film, dan ini ceritanya tentang hacker/programmer, film action pula, sudah diputer berulang-ulang di TV, dan Keanu Reeves-nya ganteng. Kebangetan banget kalo kamu belum nonton. Eh, kok jadi jelasin The Matrix? Penjelasan zodiaknya ada di paragraf berikutnya ya bukan di sini.
Kejadian di film The Matrix menurutku mungkin terjadi. Bukan soal kita hidup di dunia virtualnya, tapi kita hidup di sebuah sistem dimana ada program yang penuh dengan kode dan rumus yang mengatur kemungkinan dan kepastian kita terhadap sesuatu.
Kurang jelas ya? Sini aku jabarkan.
Takdir, menurutku sebuah rumusan besar yang mengatur keberlangsungan alam semesta, termasuk kita yang hidup di dalamnya. Jadi bagaimanapun kita berusaha, ada beberapa hal yang tidak bisa kita ubah karena sudah dipastikan: soal umur misalnya. Tapi bukan berarti kita tidak punya otoritas atas masa depan kita sendiri. Ada yang namanya nasib, rumusan kecil yang menentukan besar-kecilnya peluang mendapatkan suatu hal. Misal, kalau tidak pernah belajar ilmu Fisika, berapa besar kemungkinannya aku akan jadi ilmuwan yang merancang pesawat luar angkasa?
Mudah-mudahan jadi sedikit paham ya sama maksudku. Kenapa orang yang tidak pernah belajar Fisika seolah gak akan mungkin jadi ilmuwan pesawat antariksa? Bisa saja nasibku mujur, aku jadi bintang film dan berperan sebagai ilmuwan militer di sebuah film alien?
Itu contoh ngeselinnya aja sih. Tapi yang jelas ada beberapa hal yang sudah bisa kita duga hasil akhirnya, hanya dengan pengamatan sederhana. Seperti, kecil kemungkinannya kita meraih sesuatu yang spesial kalau sama sekali tidak berniat/tekun berusaha untuk meraihnya.
Kamu ingat gak sama beberapa rumus singkat di pelajaran matematika? Contoh yang sederhananya sih: semua perkalian 9, jika angka di setiap hasilnya terus dijumlahkan maka hasilnya adalah angka 9. Ternyata dalam hidup ada beberapa rumusan yang mirip juga: yang hasilnya (nyaris) bisa dipastikan.
Contohnya ada penelitian yang membuktikan kalau panjang rentang tangan kita dari ujung ke ujung sama dengan panjang tinggi badan kita. Ada juga ilmuwan yang berhasil menjelaskan jumlah kromosom mempengaruhi pertumbuhan jari: jadi kita bisa memperkirakan seorang cowok sifatnya laki/melambai, cukup dengan melihat jari manisnya lebih panjang dari telunjuknya atau tidak.
Aku bahkan pernah nonton di BBC, seorang peneliti bisa menebak urutan pemenang lomba lari hanya dengan bermodalkan perbandingan jari tangan mereka. Dari 5 pelari dia hanya salah menebak urutan ke 3 & 4 (terbalik), posisi 1, 2, dan 5 tepat. Umm.. bukan, aku bukan nonton serial SHERLOCK.
Yaaaa, pokoknya ada beberapa hal di dunia ini yang dengan dilihat sekilas saja kita bisa menerka hasil akhirnya. Di sekitar kita bertaburan rumusan pasti seperti itu, hanya saja kita luput melihat petanda-petanda tersebut.
Bagaimana dengan zodiak?
Zodiak pernah coba dibahas secara ilmiah. Sederhananya, tanggal lahir seseorang menentukan jenis kasih sayang yang dia terima. Misalnya yang lahir di musim panas biasanya pribadi yang hangat dan mudah bergaul. Aku bisa menerima teori semacam ini. Karena zodiak itu ilmu dari jaman dahulu kala, dan nenek moyang kita menyampaikannya dengan kiasan, penggambaran, kisah, dongeng, dan lain-lain.
Jadi jangan heran kalau Capricorn dilambangkan dengan kambing gunung: karena keras kepala. Apakah ada hubungannya sikap keras kepala dengan waktu pemilik zodiak Capricorn dilahirkan? Pertengahan Desember-Pertengahan Januari, puncak musim dingin/hujan; masanya tidak boleh main-main kalau tidak ingin beku/terendam banjir/tersambar petir? Bisa saja.
Jangan heran juga kalau Scorpio sifatnya setia. Lihat aja Hachiko si anjing Jepang itu. Kurang setia apa coba? Eh? Apa? Kamu baru tahu kalo zodiaknya Hachiko Scorpio? Wah, kamu kemana aja? Long weekend kok ga kemana-mana? Hahahaha... maap ngawur. Aku gak tahu sih zodiaknya Hachiko tuh apa. Makanya kamu jangan terlalu percaya omongan orang ya, apalagi yang belum pernah ketemu langsung. Tapi sebentar lagi kita ketemuan kok tenang aja, semoga abis itu kamu mau percaya sama aku ya.
BY THE WAY! Balik lagi ke zodiak...
Sayangnya zodiak termasuk ilmu tafsir. Besar kemungkinannya untuk salah. Makanya aku percaya enggak percaya. Lah, secara zodiak aku dibilang sebagai sosok yang rapih; tapi lihat saja kamarku hehehe... Kemudian warna favoritku secara zodiak juga salah kok.
Loh kalau banyak salahnya ya musyrik dong? Hmm.. menurutku segala hal bisa dinilai salah atau benar itu dilihat dari digunakan untuk apa. Membunuh, bisa dianggap benar jika yang melakukan adalah algojo dan yang dibunuh adalah kriminal kelas berat yang terbukti dan mengaku. Beribadah juga kalau hanya untuk pencitraan/cari muka/status ya malah bikin muak kan?
Duh, too much informations. Sampai sini aku udah ngetik 750 kata, dan omonganku mulai melebar kemana-mana. Semoga kamu capek & ngantuk bacanya jadi ga begadang lagi. Gini deh, sini aku bikin kesimpulannya biar kamu gak bingung nangkep maksud omonganku daritadi.
Zodiak adalah ilmu deduksi yang sudah berumur panjang. Meski masih butuh penelitian lebih lanjut karena terkesan stereotyping, bukan berarti kita dilarang menggunakan zodiak untuk mencari informasi awal. Tapi jangan percaya zodiak sepenuhnya, kita harus pastikan langsung mana yang benar dan mana yang salah dari isi zodiak.
Apa kamu percaya zodiak?
Hmm.. ketika zodiak bilang bahwa kita tuh cocok, kita harus cari tahu. Ya, kita harus coba jalanin sebelum kita tarik kesimpulan dan mengambil keputusan. Semoga kamu mau beri kita kesempatan.
Sekian.
Selamat malam. Semoga mimpi indah.